Manusia yang nalurinya selalu hidup bersama menyebabkan perlunya berkomunikasi sesamanya. Alat komunikasi ini adalah bahasa. Dengan mempergunakan bahasa seseorang dapat berbicara dengan orang lain untuk dapat dipahami dan dimengerti. Komunikasi yang berhasil guna dan berdaya guna dengan sendirinya memerlukan media bahasa yang komunikatif yang mempunyai aturan-aturan, norma-norma dan kaidah-kaidah bahasa dan kebahasaan yang perlu dilaksanakan.

Bahasa itu sangat penting bagi manusia, dan masyarakat. Bahasa itu digunakan di mana saja, dan kapan saja oleh masyarakat, baik masyarakat desa,kota, nasional maupun internasional. Bahasa itu membuat orang jadi senang, sedih atau mempunyai pengetahuan. Bahasa demikian berperan dan pentingnya, dan demikian pula luas jangkauan dan ruang lingkupnya, sehingga kadang kala hadir pendapat yang mengatakan tanpa bahasa kehidupan manusia tidak mempunyai arti sama sekali. Manusia dalam hubungannya dengan bahasa sudah merupakan seakan lepat dengan daun. Bentuk dan keinginan apapun yang dipunyai manusia memerlukan bahasa. Ambillah beberapa contoh berkelahi dengan teman, bertengkar, mengomel, menasehati, bahkan sampai-sampai bercumbu-rayu maupun sambil berkerut dahi menjawab pertanyaan ujian yang sulit atau sambil menukar sebuah ban mobilpun bahasa selalu hadir dan berperan serta. Jadi bahasa adalah segala-galanya.

Bahasa adalah isyarat-isyarat vokal yang arbitrer yang digunakan oleh anggota masyarakat (kelompok sosial) yang bermanfaat bagi kerja sama, saling memahami pribadi-pribadi, demikian pula keperluan, harapan, keinginan, dan cita-cita. Bahasa menurut interpretasi sastra (literary interpretation); Di mana makna bersifat figurative/ Contoh : Language of colour, bahasa warna, Language of love, bahasa cinta, Language of the flowers, bahasa bunga. Jadi apapun yang kita lakukan di dunia harus memakai bahasa. Tidak ada satu saatpun dalam kehidupan sehari-hari yang bebas dari kata-kata, bahkan sewaktu bermimpipun kita seakan berbicara atau diajak bicara. Kita bicara walaupun tidak ada yang menjawab. Kita bicara kepada binatang dan kepada diri kita sendiri. Si kecil asyik berbicara dengan boneka mainannya. Manusialah satu-satunya makhluk yang bertutur-kata Kemampuan berbahasa inilah yang membedakan manusia lebih dari makhluk yang lain. Sering kita mendengar ungkapan bahwa manusia adalah speaking animal. Kalau begitu maka untuk betul-betul mengerti kemanusiaan ini, kita mesti mempelajari yang membuat manusia jadi manusia. Konon tersurat dalam beberapa kepercayaan bahwa bahasa adalah sumber kehidupan dan kekuatan manusia.

Kalau demikian adanya, kita jadi manusia karena mengetahui paling tidak satu bahasa, apalagi kalau mengetahui lebih dari satu bahasa. Maka semakin manusialah kita ini. Seperti yang telah disebutkan di atas, kegiatan apapun yang ada di dunia harus mempergunakan bahasa. Sebagai contoh seorang ahli bangunan, ahli kesehatan, ahli mesin, ahli hukum, ahli ekonomi, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri harus menggunakan bahasa sebagai alat untuk berinteraksi atau mengadakan hubungan. Pendekatan kita terhadap bahasa bisa saja menganggap sebagai fenomena perseorangan. Bila seseorang mengatakan bahasanya kasar sekali atau tutur katanya menyenangkan, maka dia secara disadari atau tidak memberikan pemenang atau memenangkah tingkah laku (human behaviour) orang lain. Manusia dalam kehidupan sehari-hari berbicara, menulis, membaca dan mendengarkan. Keempat keterampilan ini bukan dihadiahkan begitu saja sewaktu dilahirkan, tetapi mesti dipelajari. Tiap orangpun berbeda kemampuannya dalam keterampilan-keterampilan itu.Ada yang menjadi penyair, penyiar, ahli pidato dan sebagainya. Orang yang tuli sejak lahir memperlihatkan penampilan berbahasa yang tidak normal. Dan sering kecelakaan atau penyakit mengganggu kebahasaan seseorang. Melihat ini semua, bahasa dapat kita lihat sebagai bagian dari psikologi manusia, tingkah laku tersendiri, tingkah laku yang fungsi utamanya adalah komunikasi dan interaksi.

About these ads